Krisis air bersih sebagai dampak kemarau panjang masih dirasakan masyarakat di sejumlah tempat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Masyarakat pun terpaksa mencari sumber-sumber air baru karena sumur, kolam, dan bak-bak penampungan mengering sejak empat bulan terakhir.
Warga di Kampung Pasir Panjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu bahkan harus mengais air dari lubang-lubang tanah di dasar kolam.
Selama Kemarau Aktivitas tersebut dilakukan mereka sejak kolam yang biasa dipakai untuk kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK) itu mengering.
Komalasari (40), warga RT 003/002 Kampung Pasir Panjang Wetan menuturkan, sudah hampir empat bulan warga memanfaatkan air dari lubang-lubang tanah tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski beberapa kali sudah turun hujan, tapi sumur-sumur di rumah masih kering, jadinya mengambil air dari sini.
Selain warga setempat, warga dari kampung lain seperti dari Pasir Panjang Kulon, Pasir Sabuk dan Sukalaksana juga mengambil air dari lubang-lubang tanah tersebut.
Tiga lubang di dasar kolam itu sudah ada sejak empat tahun lalu. Awalnya hanya ada satu lubang, kemudian digali dua lubang lagi agar tidak terjadi antrian panjang saat warga mengambil air di kala musim kemarau seperti sekarang ini.
Namun untuk mendapatkan air dari lubang-lubang tanah tersebut dibutuhkan kesabaran karena airnya cepat habis terkuras.
Sementara Onoy (49) mengaku dalam sehari ia bisa mengangkut 6-10 ember berisi penuh air, Untuk menghindari antrian panjang, ia memilih mengambil air sebelum subuh atau sejak pukul empat pagi.
Onoy berharap pemerintah mau memenuhi permintaan warga agar dibuatkan sumur bor. Pasalnya, keinginan warga tersebut sudah berulang kali diajukan, namun belum ada respon.
0 Comments