Carbon footprint of food atau Jejak karbon pada makanan, adalah emisi GreenHouse Effect atau Gas Rumah Kaca (GRK) pada produk makanan. Perhitungannya dimulai dari awal produksi (pertanian dan peternakan) hingga sampai ke meja makan Anda.

Di AS, setiap rumah tangga menghasilkan 48 ton GRK, dengan transportasi, perumahan dan makanan sebagai penyumbang jejak karbon terbesar. Makanan menghasilkan sekitar 8 ton emisi per rumah tangga, atau sekitar 17% dari total.

Di seluruh dunia, laporan terbaru menunjukkan bahwa peternakan menghasilkan sekitar setengah dari seluruh emisi buatan manusia.

Dengan Mengubah jenis makanan dapat berdampak besar pada jejak karbon. Dan efeknya dapat mengurangi polusi, melestarikan lingkungan dan memperlambat pemanasan global.

Selain itu, mengubah jenis makanan juga akan menghemat uang Anda, meningkatkan kesehatan Anda dan bahkan membuat Anda bugar!

Peringkat carbon footprint Pada Makanan




Tabel berikut menunjukkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh satu kilo makanan dan dibandingkan terhadap jarak tempuh kendaraan. Contohnya, mengemudi 63 mil memiliki emisi yang sama dengan makan 1kg daging sapi.

Daging, keju, dan telur memiliki jejak karbon tertinggi. Sedangkan buah, sayuran, kacang-kacangan dan kacang-kacangan memiliki jejak karbon yang jauh lebih rendah.

RankFoodCO2 Kilos EquivalentCar Miles Equivalent
1Lamb39.291
2Beef27.063
3Cheese13.531
4Pork12.128
5Turkey10.925
6Chicken6.916
7Tuna6.114
8Eggs4.811
9Potatoes2.97
10Rice2.76
11Nuts2.35
12Beans/tofu2.04.5
13Vegetables2.04.5
14Milk1.94
15Fruit1.12.5
16Lentils0.92

Jika Anda terpanggil dan ingin bertanggung jawab dengan jumlah carbon pribadi, mulailah kurangi konsumsi daging, perbanyak sayuran dan buah-buahan.

Cari sumber makanan dosmestik, hindari produk olahan dan import. Apalagi bila makanan tersebut diimport dengan pesawat terbang, carbon footprintnya akan tinggi sekali.

source: Environmental Working Group’s Meat Eater’s